Pencarian

Lego Skylines Bukan Sekadar Reskin: City Builder Ini Punya Skala dan Kompleksitas Dewasa

Rabu, 02 September 2026 • 23:06:02 WIB
Lego Skylines Bukan Sekadar Reskin: City Builder Ini Punya Skala dan Kompleksitas Dewasa
Lego Skylines menghadirkan simulasi tata kota dengan skala dan kompleksitas yang dirancang untuk pemain dewasa.

TIRAINEWS.COM — Lego Skylines memang tampak seperti gagasan yang tidak masuk akal untuk dilewatkan: menggabungkan warisan mainan blok ikonik dengan formula city builder yang selama ini populer berkat seri Cities Skylines. Namun, di balik tampilan warna-warni khas Lego, Iceflake Studios—studio yang kini memegang kendali waralaba tersebut—menyuntikkan kedalaman simulasi yang tidak main-main. Permainan ini bukan sekadar versi lebih ramah dari Cities Skylines, melainkan sebuah permainan yang berdiri sendiri dengan pendekatan mikro yang unik.

Dari Rumah Keluarga ke Metropolis yang Padat

Sesi pratayang yang diberikan kepada awak media dimulai dari skala paling intim: membangun rumah pertama untuk sebuah keluarga di sebuah pulau yang belum terjamah. Pemain berperan sebagai Master Builder, melayani permintaan warga untuk membangun tempat tinggal dari pilihan prefabrikasi yang tersedia. Begitu rumah berdiri, proses kreatif pun dimulai—pemain bisa masuk ke mode edit untuk mendekorasi halaman dengan berbagai elemen seperti hot tub, bangku taman, patung, atau tanaman khas Lego.

Setiap warga punya preferensi estetika yang disebut Flavour. Artinya, pilihan dekorasi—apakah bergaya hangat atau minimalis—bukan sekadar hiasan, tetapi memengaruhi tingkat kebahagiaan warga dan daya tarik area tersebut.

Skala yang Tidak Terduga di Level Lanjutan

Namun, kesan "permainan santai untuk anak-anak" itu langsung sirna saat Iceflake membuka peta yang lebih besar. Kota berubah menjadi metropolis yang ramai dengan gedung pencakar langit menjulang. Ambulans, mobil pemadam kebakaran, dan patroli polisi melintasi jalanan yang padat. Perubahan skala ini terasa drastis—dari sekadar menyusun blok rumah menjadi mengelola infrastruktur kota yang kompleks.

Keputusan untuk menampilkan dua sisi permainan yang kontras ini tampaknya disengaja. Penjabarannya, skala kecil berfungsi sebagai pintu masuk yang hangat, sementara skala besar menyuguhkan tantangan manajemen yang serius.

"Untuk Orang Dewasa, Bukan Game Anak-anak"

Lasse Liljedahl, desainer permainan Lego Skylines, tidak ragu meluruskan posisi produk ini. Ia menyatakan bahwa ini adalah cosy city builder yang ditujukan khusus untuk pemain dewasa. Kompleksitasnya, menurut dia, terlalu tinggi apabila digolongkan sebagai permainan anak-anak.

Meski demikian, permainan ini tetap ramah keluarga dan bisa dinikmati lintas generasi. Namun, pernyataan tersebut menegaskan bahwa Iceflake tidak menahan fitur simulasi mereka hanya demi menjaga kesan ramah.

Mekanik Simulasi: Polusi, Sampah, dan Kebutuhan Warga

Di balik tampilan plastik yang ceria, sistem ekonomi dan tata kota bekerja layaknya simulasi modern. Pemain wajib memperhatikan pengumpulan sampah, daur ulang, polusi tanah, hingga polusi suara. Pendidikan tinggi menjadi syarat untuk membuka industri tertentu, sementara layanan penitipan anak dan perawatan lanjut usia menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

Transportasi publik seperti bus dan rel kereta api turut hadir, begitu pula menara radio untuk kebutuhan komunikasi. Spesialisasi kota juga tersedia apabila pemain ingin mengarahkan wilayahnya ke sektor budaya, olahraga, atau sains, dengan bangunan akhir seperti stadion sebagai target jangka panjang.

Progresi Berbasis Milestone dan Permintaan Warga

Alur perkembangan permainan tidak bergantung pada sistem kotak-kotak kaku. Alih-alih, pemain menyelesaikan permintaan warga untuk menjalankan tugas dasar, mengumpulkan XP, dan membuka bangunan baru melalui pencapaian milestone. Mata uang tambahan juga tersedia, memperkaya pilihan strategi bagi pemain yang ingin membangun secara efisien atau sekadar bereksplorasi.

Belum ada jadwal rilis resmi yang diumumkan untuk Lego Skylines. Namun, dengan detail yang sudah diperlihatkan, permainan ini berpotensi menjadi jembatan bagi penggemar Lego yang ingin serius mengelola kota, sekaligus memberi alasan baru bagi penggemar genre simulasi untuk kembali membangun—kali ini, bata demi bata.

Sumber: eurogamer.net

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks