TIRAINEWS.COM — PELUNCURAN ini menjadi titik balik bagi Suno setelah sebelumnya terlibat sengketa hukum dengan industri musik. Kini, perusahaan mencoba membangun legitimasi lewat kolaborasi resmi dengan pemegang hak cipta, bukan konfrontasi.
Tiga Varian Model dengan Karakter Berbeda
Keluarga v6 terdiri dari tiga model yang dirilis sekaligus: v6, v6-wild, dan v6-mini. Model v6 disebut sebagai andalan baru yang "reliabel, presisi," dan mampu menghasilkan musik yang konsisten di berbagai genre dan gaya.
Untuk pengguna yang menginginkan hasil lebih eksperimental, ada v6-wild. Jack Brody, Chief Product Officer Suno, menjelaskan bahwa model ini dirancang sebagai "mitra brainstorming" bagi musisi dan produser yang mencari ide di luar kebiasaan.
Adapun v6-mini menjadi satu-satunya model yang bisa diakses pengguna akun gratis. Dua model lainnya hanya tersedia untuk pelanggan berbayar Pro atau Premier.
Fitur Unggulan: Edit Bagian Lagu Hingga Remix Multi-Sumber
Salah satu peningkatan terbesar ada pada kemampuan mengedit. Pengguna kini bisa mengubah bagian tertentu dari sebuah lagu cukup dengan perintah bahasa alami, tanpa perlu membuat ulang dari awal. Bahkan, penggantian satu lirik pun bisa dilakukan secara terpisah.
Fitur lain yang menarik adalah pembuatan mashup. Suno memungkinkan pengguna menggabungkan vokal dari satu lagu hasil generate dengan drum dari lagu lain, lalu menambahkan lirik baru di atasnya. Sampling juga disebut lebih presisi, di mana pengguna bisa mengisolasi dan membuat beat baru hanya dari satu perintah teks.
Model baru ini juga punya pemahaman multimodal yang lebih baik. Artinya, sistem bisa menghasilkan lagu tidak hanya dari teks, tetapi juga dari input audio lain, gambar, hingga video. Pengguna juga bisa mendeskripsikan perasaan yang ingin dibangkitkan, dan model akan mencoba menciptakan musik yang sesuai.
Kecepatan dan Data Pelatihan yang Berubah
Menurut Brody, model v6 bekerja lebih cepat dari pendahulunya. Pengguna bisa mendengarkan trek yang dihasilkan dalam hitungan detik setelah menulis perintah. Namun, ia enggan membeberkan detail teknis cara kerja model.
"Keluarga v6 dilatih dari awal dengan kumpulan data baru yang berbeda dari model sebelumnya," kata Brody. "Itu termasuk data berlisensi dari mitra kami dan data pengguna, tetapi yang terpenting adalah semua iterasi dan R&D yang dilakukan untuk menyempurnakan model ini."
Dari Tuntutan Hukum ke Kemitraan Resmi
Konteks peluncuran ini tidak lepas dari sejarah panjang Suno dengan industri musik. Pada 2024, sejumlah label besar termasuk Warner Music menggugat Suno dan Udio atas dugaan pelanggaran hak cipta berskala masif. Setahun kemudian, Warner mencabut gugatannya dan menggantinya dengan perjanjian lisensi.
Brody menegaskan v6 adalah awal formal hubungan perusahaan dengan label seperti Warner dan BMG. "Sejak hari pertama diluncurkan pada 9 September, kemitraan ini mulai menghasilkan pendapatan bagi mitra kami," ujarnya. Ke depan, kolaborasi ini juga membuka peluang pengalaman produk baru yang memungkinkan pengguna membuat dan me-remix musik dari artis yang berpartisipasi.
Kendati demikian, langkah ini belum sepenuhnya menghapus kontroversi. Kebocoran data pada 2026 mengungkap bahwa Suno sempat mengambil musik dan podcast dari YouTube, Deezer, dan platform lain untuk melatih model lamanya. Tidak kebetulan, Suno kini menarik model-model lama tersebut seiring peluncuran keluarga v6.