TIRAINEWS.COM — Boox memperbarui lini e-reader kompaknya lewat Go 6 (Gen II) yang tiba awal musim panas 2026. Pembaruan ini menghadirkan dukungan stylus dan ubahan desain, tetapi tetap mempertahankan sejumlah kompromi yang perlu Anda pertimbangkan sebelum membeli.
Berbeda dari Kindle dan Kobo yang menggunakan sistem operasi tertutup, perangkat besutan Boox ini berjalan di atas Android. Artinya, pengguna bisa mengakses Google Play dan menginstal aplikasi baca seperti Bookshop.org, The StoryGraph, hingga Moon+ Reader langsung dari perangkat.
Harga dan Varian Warna
Go 6 (Gen II) dijual dengan harga USD 200 (sekitar Rp 3,3 juta) untuk paket e-reader saja. Boox juga menawarkan bundel yang mencakup stylus InkSense Plus dengan total harga lebih hemat sekitar USD 13 (sekitar Rp 214 ribu) dibanding membeli terpisah, di mana stylus tersebut dibanderol USD 46 (sekitar Rp 759 ribu).
Perangkat ini tersedia dalam empat pilihan warna: Shell (putih gading), Custard (kuning pucat), Plum (ungu tua), dan Stone (abu-abu terang). Desain belakangnya terinspirasi koper dengan tekstur halus bergaris-garis yang nyaman digenggam.
Kelebihan Utama: Android dan Dukungan Stylus
Keunggulan terbesar Go 6 (Gen II) terletak pada fleksibilitas aplikasi. Semua aplikasi baca favorit Anda bisa dipasang dan dijalankan dari satu perangkat, tanpa perlu memindahkan file atau berpindah gadget. Anda juga dapat membeli buku dari Bookshop.org, membaca, lalu langsung menulis ulasan di The StoryGraph tanpa menyentuh ponsel.
Dukungan stylus menjadi fitur anyar yang paling signifikan. Pengguna bisa membuat catatan langsung di buku, menggambar, atau menulis memo. Perlu dicatat, stylus ini hanya kompatibel dengan InkSense Plus dan tidak mendukung stylus Boox lainnya.
Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan
Keputusan Boox mempertahankan Android 11 patut disorot. Google sudah menghentikan pembaruan keamanan untuk Android 11 sejak dua tahun lalu, sehingga risiko keamanan jangka panjang perlu menjadi pertimbangan bagi pengguna yang sering terhubung ke internet.
Selain itu, tidak ada peringkat IP untuk ketahanan air maupun debu. Anda sebaiknya berpikir dua kali untuk membawanya ke pantai, berkemah, atau sekadar digunakan di dekat kolam renang tanpa pelindung. Dari sisi baterai, kapasitas 1.500mAh mampu bertahan sekitar seminggu dengan pemakaian normal, namun masih kalah jauh dibanding Kindle dan Kobo yang bisa bertahan berminggu-minggu.
Ghosting atau bekas bayangan saat berpindah antarmuka juga masih terlihat. Boox menyediakan menu EinkWise untuk mengatur frekuensi refresh layar dan mode warna per aplikasi, sehingga masalah ini bisa diminimalkan.
Spesifikasi dan Performa Harian
- Layar ePaper 6 inci dengan kerapatan 300 PPI
- RAM 3GB (naik dari 2GB di generasi sebelumnya)
- Penyimpanan internal 32GB dengan dukungan microSD
- Bobot sekitar 160 gram, lebih ringan dari Galaxy Z Flip 6
- Baterai 1.500mAh dengan lampu depan adjustable (cool ke warm)
- Transfer file via USB-C, BooxDrop, atau sinkronisasi cloud (Dropbox dan Google Drive)
Bobotnya yang ringan dan ukuran 6 inci membuat perangkat ini nyaman digenggam saat membaca di tempat tidur atau bepergian. Lampu depannya bisa diatur kecerahan dan suhu warnanya, membantu mengurangi ketegangan mata di ruangan gelap. Tercatat setelah delapan hari penggunaan dengan pemakaian moderat, baterai masih tersisa 24 persen—cukup untuk beberapa hari tambahan, tetapi tidak sebanding dengan ketahanan e-reader khusus seperti Kindle.
Kesimpulan
Boox Go 6 (Gen II) adalah pilihan tepat bagi pembaca yang setia pada ekosistem aplikasi tertentu dan ingin perangkat ringkas dengan stylus. Namun, bagi Anda yang mengutamakan ketahanan baterai super lama, sertifikasi tahan air, atau pembaruan sistem reguler, Kindle dan Kobo masih menjadi opsi yang lebih aman di kelas harga serupa.