Pencarian

10,58 Juta Wisman Kunjungi Indonesia Januari-Agustus 2026, Naik 5,38 Persen

Minggu, 04 Oktober 2026 • 10:22:31 WIB
10,58 Juta Wisman Kunjungi Indonesia Januari-Agustus 2026, Naik 5,38 Persen
Wisatawan mancanegara tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

TIRAINEWS.COM — Badan Pusat Statistik mencatat 10,58 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2026, naik 5,38 persen dibanding periode sama tahun lalu. Angka ini jadi capaian tertinggi sejak 2019, ditopang lonjakan wisatawan asal Malaysia, Australia, dan China. Pergerakan wisatawan nusantara juga tumbuh, mencapai 842,15 juta perjalanan secara kumulatif.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebut kenaikan ini menandakan mobilitas wisatawan dari pasar utama masih kuat. "Dengan demikian, angka kunjungan wisman kumulatif selama Januari-Agustus 2026 menyentuh 10,58 juta kunjungan, atau meningkat 5,38 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (cumulative-to-cumulative)," kata Ateng seperti dikutip dari Antara, Minggu (4/10/2026).

Malaysia, Australia, dan China Jadi Pasar Utama

Pada Agustus 2026, wisman pemegang paspor Malaysia mendominasi dengan kontribusi 18,52 persen dari total kunjungan bulanan. Posisi berikutnya ditempati Australia sebesar 10,75 persen, lalu China 10,16 persen.

Secara bulanan, kunjungan dari Malaysia dan China menunjukkan peningkatan. Sebaliknya, jumlah wisman asal Australia justru menurun pada periode yang sama.

Kunjungan Agustus 2026 Capai 1,60 Juta

Secara month-to-month, kunjungan wisman pada Agustus 2026 tercatat 1,60 juta kunjungan. Jumlah itu naik 6,27 persen dibanding Agustus 2025.

Kenaikan bulanan ini konsisten dengan tren kumulatif sepanjang delapan bulan pertama 2026. Artinya, minat wisatawan asing untuk masuk ke Indonesia tidak hanya melonjak di satu bulan tertentu, tetapi tersebar merata sepanjang tahun.

Wisatawan Nusantara Tembus 842,15 Juta Perjalanan

BPS juga mencatat pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) pada Agustus 2026 mencapai 104,30 juta perjalanan. Angka ini naik 11,47 persen dibanding Agustus 2025.

"Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Agustus tahun 2026, jumlah perjalanan wisnus mencapai 842,15 juta perjalanan atau meningkat sebesar 4,29 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu," ujar Ateng.

Tingginya perjalanan wisnus menunjukkan besarnya pergerakan masyarakat di dalam negeri. Aktivitas ini menjadi penopang penting bagi ekonomi pariwisata di berbagai daerah, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga usaha kuliner lokal.

Mengapa Angka Ini Penting bagi Pelaku Wisata

Capaian kumulatif Januari-Agustus 2026 menjadi sinyal positif bagi industri pariwisata nasional. Setelah terpuruk akibat pandemi, jumlah kunjungan wisman kini melampaui level 2019.

Pertumbuhan ini juga memperlihatkan masih kuatnya mobilitas dari tiga pasar utama: Malaysia, Australia, dan China. Ketiga negara itu konsisten menyumbang kunjungan terbesar setiap bulan.

Bagi traveler domestik, lonjakan wisnus berarti destinasi favorit berpotensi lebih ramai, terutama saat libur panjang dan akhir pekan. Perencanaan perjalanan yang matang, termasuk pemesanan akomodasi lebih awal, menjadi langkah yang masuk akal jika ingin menghindari harga tinggi di musim ramai.

Sumber: travel.detik.com

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks