TIRAINEWS.COM — Puluhan ibu memadati Grand Atrium Pakuwon Mall Jogja pada hari terakhir #TanggalMerahUntukIbu, Minggu (4/10/2026). Acara Frisian Flag ini menutup rangkaian tiga hari dengan Poundfit, penampilan Perempuan Berkebaya Indonesia, dan U-dance yang bikin peserta ingin acara serupa digelar tiap pekan.
Grand Atrium Pakuwon Mall Jogja jadi tempat pelarian para ibu dari rutinitas akhir pekan. Sejak pagi, puluhan peserta sudah bersiap mengikuti Wellness Session yang menjadi pembuka hari ketiga.
Poundfit Bikin Ibu Jogja Keringetan Bareng
Pojog Community memandu sesi Poundfit yang jadi pembuka acara. Peserta mengikuti setiap gerakan sambil bersorak mengikuti irama musik, lengkap dengan riuh suara stick yang mereka pegang.
Alya Rahmadani, ibu asal Jogja, mengaku sengaja datang setelah melihat informasi acara di Instagram. Ia baru bisa hadir di hari terakhir karena dua hari sebelumnya masih bekerja.
"Iya sengaja ke sini setelah lihat infonya di Instagram, kebetulan baru hari ini, kemarin nggak bisa, kerja. Jadi sengaja ke sini, refreshing. Udah beberapa kali ikut kelas (poundfit) juga sebelumnya, terus kebetulan ada ini, ya udah ikut," ujar Alya.
Baginya, momen berkumpul dengan sesama ibu jadi nilai tambah tersendiri. "Seneng ya, ketemu sama teman-teman yang lain, jadi saling kenal, saling sapa sesama ibu, seru! Harapannya bisa ada acara olahraga gini sih tiap weekend," sambungnya.
Me Time Ibu Jambi di Sela Kesibukan Rumah Tangga
Dinda Pangestuti, ibu asal Jambi, memanfaatkan sesi Poundfit sebagai me time di tengah kesibukan mengurus rumah tangga. Ia terbiasa pilates, tapi baru pertama kali mencoba Poundfit.
"Sehari-hari saya pilates, baru kali ini coba poundfit. Menarik, menantang, terus pedes banget rasanya, beda antara pilates sama poundfit. Seru!," terang Dinda.
Ia juga menyoroti beragam aktivitas di booth yang menurutnya memanjakan, bukan hanya untuk ibu tapi juga anak-anak. "Me time banget sih ini, seneng rasanya, anak seneng main, ibu me time olahraga ya kan. Banyak layanan juga jadi nggak boring," lanjutnya.
Perempuan Berkebaya Indonesia Tampil dengan Nuansa Etnik
Keseruan berlanjut dengan penampilan Perempuan Berkebaya Indonesia Yogyakarta. Sebanyak 12 ibu mengenakan kebaya bernuansa biru, membawakan tiga lagu dengan iringan alat musik etnik.
Tabuhan kendang, petikan kecapi, betotan bass, dan alunan sape berpadu menghangatkan suasana atrium. Penampilan dibuka dengan lagu Dancing Queen dari vokal grup ABBA, dilanjutkan Can't Take My Eyes Off You milik Frankie Valli, dan ditutup tembang Kala Cinta Menggoda yang dipopulerkan Chrisye.
Penampilan mereka ditutup dengan persembahan jingle legendaris Frisian Flag. "Perempuan Berkebaya Indonesia ini sebenarnya ada di seluruh Indonesia, ini yang di Jogja ya anggotanya dari Jogja, total 50 anggota. Kalau daerah lain ya memakai identitas daerahnya," ujar Tinuk, ketua Perempuan Berkebaya Indonesia Yogyakarta.
U-dance Jogja Pukau Pengunjung dengan Line Dance
Gantian U-dance Jogja menampilkan tari energik yang memukau pengunjung. Belasan ibu berbagai usia tampil dengan line dance yang indah, menunjukkan bahwa menari bukan cuma soal usia muda.
U-dance Jogja merupakan komunitas line dance segala usia yang kini memasuki usia 10 tahun. "Sebenarnya nggak khusus ibu-ibu, saya anak TK sampai paling tua saya ada murid usia 75 tahun," terang Founder U-dance Jogja, Ully Dhedhek.
Rangkaian Tiga Hari yang Bikin Ibu Ingin Kembali
Acara #TanggalMerahUntukIbu digelar di Grand Atrium Pakuwon Mall Jogja pada 2-4 Oktober 2026. Selama tiga hari, peserta mendapat ruang untuk bergerak, berkumpul, dan menikmati waktu tanpa harus jauh dari anak.
Dari Poundfit, penampilan berkebaya, sampai line dance, hari terakhir jadi bukti bahwa acara untuk ibu bisa sekaligus jadi ajang refreshing dan memperluas lingkaran pertemanan. Harapan Alya agar acara serupa digelar tiap akhir pekan mungkin jadi masukan yang layak ditampung penyelenggara berikutnya.