PEKANBARU - Walikota Pekanbaru Agung Nugroho mengevaluasi kondisi Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Yos Sudarso, Rumbai, dan memastikan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru segera melakukan penataan menyusul telah diserahkannya aset dan pengelolaan rusunawa dari Kementerian Pekerjaan Umum kepada pemerintah Kota.
Agung menyoroti kondisi hunian dan lingkungan rusunawa yang mulai terlihat kumuh serta masih memerlukan perhatian serius, terutama dari sisi kebersihan, perawatan fasilitas, dan pengelolaan sosial masyarakat penghuni.
Ia menegaskan bahwa rusunawa dibangun sebagai fasilitas hunian layak bagi masyarakat yang membutuhkan, tanpa membedakan latar belakang administratif seperti kepemilikan KTP. Namun, dari hasil peninjauan ditemukan masih ada unit hunian dengan kondisi sanitasi yang kurang terawat.
"Masih ada kita lihat warga yang tinggal di sini, anaknya sekolah, tapi kondisi rumahnya tidak layak, WC kotor. Ini tentu harus jadi perhatian bersama," kata Agung.
Rusunawa Yos Sudarso memiliki total 99 kamar hunian, dan saat ini baru dihuni 57 kepala keluarga.
Agung pun mengajak seluruh penghuni membentuk kelompok warga untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong sebagai langkah awal memperbaiki kondisi lingkungan.
“Mulai dari gotong royong dulu, kemudian kita rawat bersama. Jangan sampai rusunawa ini jadi sarang penyakit,” tegasnya.
Agung juga menyampaikan bahwa Rusunawa Yos Sudarso baru sekitar enam bulan resmi menjadi aset Pemko Pekanbaru, sehingga proses penataan dan perbaikan masih dilakukan secara bertahap.
Dalam dialog bersama warga, ia turut menyoroti persoalan tunggakan sewa yang kerap terjadi. Menurutnya, pendekatan kemanusiaan tetap menjadi prioritas pemerintah dalam menyikapi persoalan tersebut.
“Kalau memang tidak ada uang, sampaikan. Bahkan kalau sangat berat, bisa kita gratiskan. Jangan sampai kita justru mengusir warga, apalagi ada anak-anak kecil. Pemerintah harus hadir sebagai orang tua bagi masyarakat,” tutup Agung.