INHIL — Titik api terpantau sejak Sabtu (22/8/2026) malam melalui aplikasi Lancang Kuning. Sebanyak 23 titik panas terdeteksi di wilayah Parit 12, Desa Simpang Gaung, sekitar pukul 20.00 WIB. Seluruh titik tersebut berada dalam satu hamparan lahan gambut yang luasnya diperkirakan mencapai 10 hektare.
Pengerahan 120 Personel dan Peralatan Berat
Operasi pemadaman yang dimulai pukul 08.00 WIB itu mengerahkan personel dari Polri, TNI, RPK PT MSK, TRC Sinarmas Group, MPA, serta pemerintah desa dan masyarakat. Mereka diterjunkan dengan enam unit ministreaker, satu unit Tohatsu, satu unit mesin Robin, 45 rol selang, dan sejumlah nozzle.
Selain memadamkan api, petugas juga membuat sekat bakar di sejumlah titik. Langkah ini diambil untuk menghambat laju api agar tidak merembet ke area lain yang masih hijau.
Kendala di Lapangan: Sumber Air Jauh dan Jaringan Komunikasi Terbatas
Dalam proses penanganan, petugas menghadapi sejumlah hambatan. Jarak tempuh menuju sumber air cukup jauh, medan menuju lokasi titik api sulit dilalui, dan jaringan komunikasi di area tersebut terbatas. Kondisi ini memperlambat koordinasi dan distribusi peralatan pemadaman.
Api Padam, Pendinginan Masih Berlanjut
Hingga Minggu siang, api dilaporkan berhasil dipadamkan. Namun, petugas masih melakukan pendinginan di sejumlah titik yang mengeluarkan asap. Proses ini penting untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan memicu kebakaran susulan.
Sinergi TNI-Polri dan Perusahaan Kunci Penanganan
Dandim 0314/Inhil Letkol Arm. Wahib Mustofa Fathurrahman menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. “Sinergi TNI-Polri bersama pemerintah, perusahaan, MPA dan masyarakat sangat penting dalam penanganan karhutla. Kami berkomitmen bersama-sama memadamkan dan mendinginkan titik api hingga benar-benar aman,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut juga diperlukan untuk mencegah api meluas ke wilayah lain maupun muncul kembali setelah proses pemadaman dilakukan. “Kita bersama-sama mencegah agar kebakaran tidak meluas dan kembali terjadi,” tambahnya.
Penyelidikan Penyebab Kebakaran dan Imbauan ke Warga
Di tengah proses pemadaman, Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto mengarahkan personel untuk melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran. Langkah ini berjalan bersamaan dengan penanganan api di lokasi.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. “Penanganan karhutla harus dilakukan secara cepat dan bersama-sama. Kami terus bersinergi dengan TNI, pemerintah, perusahaan, MPA dan masyarakat untuk memastikan api padam dan tidak terjadi kembali,” kata Donny.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Mari bersama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla yang dapat merugikan masyarakat serta berdampak luas,” pungkasnya.