Pencarian

Capaian EBT Baru 17,3%, ESDM Kejar Target 30% pada 2034

Rabu, 02 September 2026 • 11:19:31 WIB
Capaian EBT Baru 17,3%, ESDM Kejar Target 30% pada 2034
Bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional tercatat 17,3% pada semester ini, masih di bawah target 30% pada 2034.

TIRAINEWS.COM — Angka tersebut disampaikan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, dalam acara EBTKE ConEx 2026 di JIExpo Kemayoran, Rabu (2/9). Ia mencatat capaian bauran EBT sempat menyentuh 18,3% pada triwulan sebelumnya, namun turun di semester ini.

Jarak Capaian dan Target 2034

Pemerintah menetapkan target bauran EBT dalam kebijakan strategis nasional sebesar 17%–21%. Menurut Eniya, angka itu diharapkan bisa terus naik hingga mencapai 30% pada 2034.

"Kalau kita melihat dari capaian energi mix nasional itu baru mencapai 17,3 persen di semester ini. Jadi kami update, kemarin di triwulan sempat mencapai 18,3 persen," ujarnya dalam paparan.

Rincian Bauran dari Sektor Listrik dan Nonlistrik

Realisasi bauran EBT saat ini ditopang dua sektor utama: pembangkit listrik dan nonlistrik. Dari sisi pembangkit, kontribusi terbesar berasal dari bioenergi sebesar 4,19%, disusul tenaga air 2,69%, dan panas bumi 1,84%. Adapun tenaga surya baru menyumbang 0,51%, sementara tenaga bayu hanya 0,06%.

Pada sektor nonlistrik, biodiesel atau FAME memberikan porsi 5,01% dan biomassa 2,82%. Gabungan keduanya membuat sektor nonlistrik justru lebih besar dari kontribusi seluruh pembangkit EBT.

Kapasitas Terpasang Bertambah, Investasi Melandai

Kapasitas terpasang pembangkit EBT menunjukkan tren naik stabil. Dari 12 GW pada 2021, kapasitas bertambah menjadi 13 GW, lalu 13,7 GW, 14,8 GW, dan kini mencapai 16,32 GW. Namun Eniya mengingatkan bahwa investasi di sektor ini belum tumbuh signifikan.

"Ini menunjukkan investasi memang naik, tetapi masih tergolong melandai. Nah ini hal yang pasti kita perlu perhatikan," katanya.

Energi Surya Jadi Fokus Percepatan

Untuk mendorong investasi, pemerintah berupaya memperpendek rantai perizinan dan menghadirkan insentif bagi pengembang. Eniya menyebut pengembangan energi surya menjadi prioritas.

"Berbagai program kita luncurkan, berbagai regulasi kita singkatkan untuk bagaimana kemudahan investasi ekosistemnya itu bisa terfasilitasi dengan baik," ujarnya.

Langkah ini dinilai penting mengingat kontribusi tenaga surya saat ini masih minim. Dengan potensi radiasi yang besar, perbaikan regulasi diharapkan mampu menarik investor membangun PLTS skala besar maupun atap.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks