Kesepakatan yang diumumkan Rabu (15/1) ini merupakan salah satu penyelesaian terbesar terkait perlindungan anak di ranah digital. Meta membayar USD 18 miliar (sekitar Rp288 triliun) untuk menyelesaikan tuntutan negara bagian yang menuding perusahaan gagal melindungi pengguna muda dari konten berbahaya.
Mayoritas pengendalian baru ini akan berlaku otomatis bagi pengguna di bawah 18 tahun di negara bagian yang ikut serta, dan wajib dipertahankan selama 10 tahun ke depan. Namun, ada syarat penting: 30 persen dari nilai penyelesaian, sekitar USD 5,3 miliar, hanya akan dibayar jika YouTube dan TikTok menerapkan pembatasan serupa.
Batas Waktu Gabungan untuk Dua Aplikasi Sekaligus
Batasan dua jam per hari ini bersifat kumulatif — artinya waktu yang dihabiskan di Facebook dan Instagram dihitung menjadi satu kesatuan. Jika Meta mendeteksi pengguna memiliki banyak akun, batas waktu tetap berlaku.
Remaja yang sudah mencapai batas akan terkunci dari kedua platform. Satu-satunya cara membuka kembali akses adalah dengan izin orang tua.
Akses Diblokir Total Tengah Malam hingga Pukul 06.00
Meta juga memperkenalkan fitur "Night Mode" yang memblokir akses total antara pukul 00.00 hingga 06.00. Berbeda dari kebijakan sebelumnya yang hanya membungkam notifikasi, pengaturan baru ini mencegah pengguna di bawah umur membuka, mengunggah, atau melihat konten apa pun di platform.
Juru bicara Meta menjelaskan kepada TechCrunch bahwa pemblokiran ini berlaku penuh setelah tengah malam, bukan sekadar mengurangi gangguan.
Notifikasi Dimatikan saat Jam Sekolah, Like Disembunyikan
Selama jam sekolah — ditetapkan pukul 08.00 hingga 15.00 — notifikasi push akan dimatikan secara default. Pengecualian diberikan untuk pesan langsung dan peringatan terkait keamanan akun.
Jumlah like dan reaksi pada unggahan juga akan disembunyikan secara default untuk pengguna di bawah umur, baik pada unggahan mereka sendiri maupun milik orang lain. Sebelumnya, remaja bisa memilih sendiri untuk menyembunyikan jumlah like.
Meta juga menambahkan pengingat otomatis setiap 15 menit pemakaian berkelanjutan, melengkapi peringatan yang sudah ada saat total penggunaan harian mencapai 60 menit.
Konten Non-Algoritmik dan Filter Ekstrem Dilarang
Orang tua kini bisa mengatur feed anak mereka agar menampilkan konten non-personalisasi sebagai default. Selama ini, pengguna hanya bisa melihat feed kronologis sementara — setiap membuka aplikasi, feed algoritmik selalu muncul lebih dulu.
Meta juga memblokir penggunaan filter makeup ekstrem, memperluas larangan sebelumnya yang hanya mencakup filter operasi plastik. Pengaturan lain memungkinkan orang tua dan remaja mematikan fitur autoplay video, sehingga pengguna harus melakukan tindakan eksplisit seperti mengetuk atau menggeser untuk melihat konten berikutnya.
Meta Tantang TikTok dan YouTube Ikut Serta
Dalam surat terbuka, Meta meminta TikTok dan YouTube berkomitmen menerapkan standar industri yang sama: batas waktu harian, pemblokiran akses malam hari, pembatasan notifikasi saat jam sekolah, dan pengingat 15 menit.
"Semua platform harus memberdayakan orang tua dan mendukung remaja dengan menerapkan langkah-langkah yang sama, karena kami tahu ketika remaja dibatasi di satu aplikasi, mereka hanya pindah ke aplikasi lain," tulis Meta dalam blog resminya.
Meta menyatakan akan terus mencegah remaja mengikuti atau berinteraksi dengan akun yang dianggap tidak sesuai usia, menjaga akun remaja tetap privat secara default, dan membatasi akun dewasa yang mencurigakan untuk menghubungi mereka.