TIRAINEWS.COM — Persib Bandung memastikan satu tempat di fase grup ACL 2 2026/2027. Gol penentu lahir di menit ke-89 lewat kaki Mariano Peralta, memanfaatkan umpan Berguinho di sisi kiri kotak penalti. Sepakan keras mendatar pemain asing itu tak mampu dihalau kiper Manila Digger.
Laga play-off berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Senin (31/8) malam WIB. Yang menarik, kemenangan ini diraih Persib tanpa dukungan langsung Bobotoh di tribun. Hukuman dari AFC membuat stadion tidak diisi penonton.
Gol Penentu di Tengah Kebuntuan
Satu-satunya gol dalam pertandingan ini lahir saat laga nyaris berakhir. Peralta melepaskan diri dari penjagaan di sisi kiri, menyambut assist Berguinho, kemudian melepaskan tembakan yang tak bisa dihentikan kiper. Ini menjadi gol paling krusial dalam perjalanan Persib musim ini.
Sebelum gol tersebut, Persib nyaris frustrasi. Dominasi penguasaan bola tidak dibarengi ketajaman penyelesaian akhir. Ragnar Oratmangoen, Patricio Matricardi, dan Marc Klok sempat mendapat peluang, tapi semuanya gagal menemui sasaran.
Dominasi Persib Tanpa Dukungan Bobotoh
Sejak sepak mula, Persib mengambil inisiatif serangan. Luka Menalo menjadi ancaman utama lewat dua percobaan, satu ditepis kiper dan satu lagi diblok pertahanan lawan. Peralta juga sempat melakukan solo run melewati sejumlah pemain sebelum tembakannya dihentikan.
Manila Digger tidak hanya bertahan. Baboucarr Touray menguji Teja Paku Alam lewat tembakan pada menit ke-25, tapi kiper Persib masih sigap menghalau.
Peluang Terbuang dan Jalan ke Grup E
Alih-alih menyerah pada kebuntuan, Persib terus menekan hingga akhir. Upaya Menalo melebar di menit ke-53, sebelum Peralta menjadi pahlawan kemenangan.
Kemenangan ini membawa Persib ke Grup E ACL 2, bergabung dengan FC Seoul, Melbourne Victory, dan The Cong-Vittel. Laga di fase grup dijadwalkan mulai berlangsung pada September mendatang.