Pencarian

Green SM Bike Masuk Jakarta: Ojol Listrik Vietnam, Tarif Jadi Sorotan

Sabtu, 26 September 2026 • 11:02:31 WIB
Green SM Bike Masuk Jakarta: Ojol Listrik Vietnam, Tarif Jadi Sorotan
Layanan ojek online listrik Green SM Bike mulai beroperasi di sebagian wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat.

TIRAINEWS.COM — Kehadiran Green SM Bike di Jakarta membuka pilihan ojol listrik bagi konsumen, tetapi asosiasi pengemudi justru menyoroti risiko perang tarif yang bisa menekan pendapatan driver. Layanan ini baru beroperasi di sebagian wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat, dengan sinyal ekspansi ke kota lain menyusul.

Green SM, platform ride-hailing asal Vietnam, resmi mengoperasikan layanan ojek online listrik di Jakarta lewat Green SM Bike. Kepastian operasional itu disampaikan Edison Mai selaku Chief Executive Officer VGreen melalui akun LinkedIn resminya, dan diperkuat unggahan Instagram resmi Green SM yang menyebut layanan tersedia di area tertentu Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat.

Cakupan Awal Baru Sebagian Jakarta

Green SM tidak menyebut angka armada, jumlah pengemudi, maupun besaran tarif yang berlaku di Jakarta. Perusahaan hanya menyatakan layanan kini tersedia di wilayah terbatas, dengan kemungkinan ekspansi ke daerah lain di Indonesia tanpa menyebut tenggat waktu.

Sebelum masuk ke roda dua, Green SM lebih dulu dikenal lewat layanan taksi listrik. Model bisnis kendaraan listrik itu yang kemudian dibawa ke segmen ojol, membedakannya dari platform besar yang sudah lebih dulu beroperasi di Indonesia.

Respons Garda Indonesia: Pilihan Bertambah, Tapi Ada Catatan

Ketua Umum asosiasi ojol Garda Indonesia, Igun Wicaksono, menilai kehadiran pemain baru bisa memperluas pilihan konsumen sekaligus membuka alternatif sumber penghasilan bagi pengemudi. Menurutnya, diferensiasi berupa ekosistem kendaraan listrik layak dicermati dalam konteks transisi menuju mobilitas rendah emisi.

"Pada prinsipnya, kami melihat hadirnya Green SM Bike sebagai pemain baru dalam industri ride-hailing roda dua di Indonesia dapat memberikan dampak positif, sepanjang kompetisi yang dibangun adalah kompetisi yang sehat dan berkelanjutan," ujar Igun kepada detikOto, Jumat (25/9).

Igun menambahkan, masuknya platform baru memberi pengemudi pilihan platform kerja yang lebih luas. Namun ia berharap persaingan tidak bergeser ke arah perang tarif.

"Persaingan seharusnya diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan, keselamatan, teknologi, efisiensi, transparansi sistem, serta kesejahteraan pengemudi-bukan berlomba menurunkan tarif perjalanan sampai pada tingkat yang akhirnya menekan pendapatan pengemudi," ungkapnya.

Yang Akan Dicermati Garda ke Depan

Garda Indonesia menyatakan akan mengamati model bisnis Green SM Bike secara menyeluruh. Fokus pengawasan mencakup struktur tarif, pola kemitraan, pembagian hasil, biaya atau kewajiban yang dibebankan ke pengemudi, sistem insentif, skema kendaraan, hingga dampaknya terhadap pendapatan bersih pengemudi.

"Prinsip kami sederhana: inovasi dan kompetisi boleh berkembang, tetapi jangan menjadikan kesejahteraan pengemudi sebagai variabel yang dikorbankan untuk memenangkan pasar," tutur Igun.

Kelebihan dan Catatan untuk Konsumen

  • Pilihan ojol listrik bertambah di Jakarta, sejalan dengan dorongan transportasi rendah emisi
  • Pengemudi punya alternatif platform selain pemain besar yang sudah mapan
  • Belum ada informasi resmi soal besaran tarif, jumlah armada, dan skema insentif pengemudi
  • Cakupan layanan masih terbatas di tiga wilayah Jakarta, belum merata
  • Risiko perang tarif jadi kekhawatiran utama asosiasi pengemudi

Siapa yang Diuntungkan, Siapa yang Perlu Waspada

Bagi konsumen di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat, Green SM Bike menambah opsi perjalanan jarak pendek dengan kendaraan listrik. Bagi pengemudi, platform baru berarti peluang penghasilan tambahan, tetapi skema tarif dan bagi hasilnya belum dipublikasikan.

Yang perlu diwaspadai justru dampak jangka panjang ke pasar. Kalau kompetisi bergeser ke perang tarif, pengemudi di semua platform berpotensi terdampak, bukan hanya mitra Green SM. Sampai tarif resmi dan skema kemitraan dibuka, penilaian utuh soal dampak Green SM Bike ke pasar ojol Indonesia masih premature.

Sumber: oto.detik.com

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks