Pencarian

KAI Tegaskan Impor KRL Bekas Jepang Lewat Hibah, Hanya Tanggung Biaya Pengiriman

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 13:41:01 WIB
KAI Tegaskan Impor KRL Bekas Jepang Lewat Hibah, Hanya Tanggung Biaya Pengiriman
PT KAI memastikan impor KRL bekas dari Jepang menggunakan skema hibah tanpa biaya pembelian unit.

TIRAINEWS.COM — PT KAI memastikan impor kereta rel listrik bekas dari Jepang dilakukan melalui skema hibah, bukan jual beli, sehingga tidak ada biaya pembelian unit. Perseroan hanya menyiapkan anggaran untuk biaya pengiriman dari Jepang ke Indonesia yang jumlahnya masih dalam penghitungan. Kereta berusia 25 tahun itu direncanakan beroperasi 10 tahun di Indonesia setelah lolos penilaian di kedua negara.

Direktur Operasi, Prasarana dan Keselamatan Area 2 PT KAI Dadan Rudiansyah menyatakan importasi KRL bekas asal Jepang tidak dipungut biaya pembelian. Skema yang dipakai adalah hibah, sehingga pos biaya yang muncul hanya sebatas pengiriman unit dari Jepang ke Indonesia.

"Nah, ini untuk kepastiannya kami belum menghitung, tapi intinya itu bukan jual beli ya, artinya itu nanti hibah. Mungkin nanti ada beberapa biaya yang sedang difinalkan untuk pengirimannya saja," ujar Dadan dalam diskusi di Mercure Bandung City Centre, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).

Biaya Pengiriman Masih Dihitung, KAI Jadi Penanggung Jawab

Dadan belum bisa menyebut angka pasti biaya pengiriman yang akan dikeluarkan perseroan. Pihaknya masih merampungkan perhitungan sebelum proses importasi berjalan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan seluruh biaya yang timbul dari rencana impor KRL bekas akan menjadi tanggungan KAI. Pemerintah tidak menyiapkan anggaran untuk pembelian maupun pengiriman unit tersebut.

"KRL impor itu sepenuhnya dari KAI," kata Dudy dalam forum yang sama.

Dua Tahap Assessment Sebelum KRL Dinyatakan Laik Jalan

PT KAI memastikan proses importasi tidak dilakukan sembarangan. Sebelum dikirim ke Indonesia, unit KRL yang masih berada di Jepang akan melalui assessment ketat agar kondisinya sudah siap beroperasi begitu tiba.

"Tapi yang pasti di sana itu, KRL yang belum dikirim ke sini, itu dilakukan dulu, assessment dulu di sana, supaya di sana sudah bisa tinggal laik jalan di sini," jelas Dadan.

Setelah tiba di Indonesia, tim Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub) akan melakukan penilaian ulang. Uji pertama di Tanah Air ini bertujuan memastikan unit impor memenuhi aspek keselamatan dan benar-benar laik jalan.

"Nanti setelah datang ke sini, nanti mungkin dari tim DJKA melakukan uji pertama lagi di sini," kata Dadan.

Usia 25 Tahun di Jepang, Diproyeksikan Beroperasi 10 Tahun di Indonesia

KRL bekas yang akan diimpor tercatat sudah dioperasikan di Jepang selama 25 tahun. Di Indonesia, kereta tersebut direncanakan hanya beroperasi selama 10 tahun.

Rencana importasi ini menjadi bagian dari upaya penambahan armada KRL di tengah kebutuhan angkutan perkotaan yang terus meningkat. Skema hibah membuat KAI tidak perlu mengeluarkan belanja modal untuk pembelian unit, sehingga beban investasi terbatas pada pengiriman, perawatan, dan kesiapan operasional.

Bagi pengguna jasa KRL, kepastian jadwal kedatangan unit bergantung pada rampungnya perhitungan biaya pengiriman dan hasil assessment di Jepang. KAI belum mengungkapkan target waktu kedatangan armada tersebut ke Indonesia.

Sumber: finance.detik.com

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks