Foto : ist

Satu Korporasi di Riau Tersangka Karhutla

Jumat, 09 Agustus 2019 - 05:55:11 WIB

Tirainews.com - Polda Riau menetapkan salah satu korporasi di Riau sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Namun, identitas korporasi itu belum diungkap. 

"Sudah ada satu saya pastikan masuk korporasi dan akan kedua. Tidak perlu saya sebutkan di sini (identitas perusahaan)," kata Kapolda Riau, Irjen Widodo Eko Prihastopo, saat menghadiri rapat koordinasi penanganan karhutla di Balai Serindit Gedung Daerah, Pekanbaru, Kamis (8/8/2019).

Widodo juga menyebut, akan ada perusahaan lainnya yang menyusul sebagai tersangka karhutla. Namun, Widodo engan menyebutkan apa nama perusahaan tersebut, dan bergerak di bidang perkebunan apa.

"Besok akan saya umumkan secara terbuka bersama awak media lokal, nasional dan internasional," ucap Widodo.

Loading...

Menurut Widodo, tidak mudah dalam menetapkan korporasi sebagai tersangka. Penyidik kepolisian di Reskrimsus membutuhkan waktu dalam melakukan proses penyelidikan serta melalui keterangan ahli.

"Kami tidak akan berani mengungkapkan ini jika tanpa ada keterangan ahli dalam menetapkan tersangka. Kami sudah melalui seperti itu," imbuhnya.

Sebelumnya, Polda Riau menangkap 26 orang petani yang ditetapkan sebagai tersangka kebakaran hutan dan lahan. Mereka membakar lahan seluas 210,655 hektare.

"Dari 26 perkara itu, 1 perkara berkasnya sudah lengkap atau P21, 11 perkara dalam proses penyidikan, lalu ada 1 perkara masih tahap I, sementara yang sudah tahap II ada 13 berkas perkara," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, Rabu lalu.

Sunarto merincikan, para tersangka yang ditangani polisi itu di antaranya Polres Indragiri Hilir 1 tersangka, yang menyebabkan kebakaran lahan seluas 40 hektare. Polres Indragiri Hulu dengan 2 tersangka pembakar lahan 4 ha, Polres Pelalawan ada 2 tersangka membakar 35,9 ha.

Kemudian, Polres Rokan Hilir menangkap 3 tersangka pembakar lahan 7 ha. Polres Bengkalis menangkap 3 tersangka dengan luasan lahan terbakar paling luas yakni mencapai 100,75 ha.

Polres Siak dengan 1 tersangka dengan luas lahan sekitar 2 ha. Polres Dumai paling banyak yakni 5 orang tersangka dengan luas lahan hanya sekitar 12,5 ha. Polres Meranti menangani 2 orang tersangka dengan luas lahan mencapai 3,2 ha. Polres Kampar 1 tersangka dengan luas lahan 1 ha.

Lalu Polres Kuantan Singingi menangkap 3 tersangka dengan luas lahan sebanyak 2 ha. Dan untuk Polresta Pekanbaru menciduk 3 tersangka dengan luas lahan mencapai 1,26 ha.

Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) telah melaporkan kepada Gubernur Riau Syamsuar ada 5 perusahaan yang lalai menjaga wilayah konsesinya sehingga terjadi kebakaran lahan. Perusahaan itu yakni PT Jatim Jaya Perkasa Teluk Bano II, PT Wahana Sawit Subur Indah Siak, PT Priatama Rupat (Surya Dumai Group), PT Seraya Sumber Lestari Siak dan PT Langgam Inti Hibrindo.

 




Baca Juga Topik #Karhutla+
Business

Udara di Kota Pekanbaru Berbahaya

Senin, 23 September 2019
Business

Kualitas Udara di Kota Pekanbaru Berbahaya

Ahad, 22 September 2019
Business

Kualitas Udara di Kota Pekanbaru Sangat Tidak Sehat

Jumat, 20 September 2019
Loading...
Tulis Komentar +
Berita Terkait+