Foto : ist

Terpapar Asap, Nurhadisyah Keluhkan Sesak Nafas

Rabu, 18 September 2019 - 10:50:29 WIB

Tirainews.com - Puluhan pasien tercatat berobat di Posko dan Rumah Singgah kabut asap di Kota Pekanbaru. Mereka mengeluhkan batuk dan pilek hingga sesak nafas. 

Keluhan itu dirasakan sejak kabut asap semakin pekat di Ibukota Provinsi Riau itu. Seperti Nurhadisyah Nasri (27), sudah seminggu Ia merasakan dampak kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan. 

Guru cantik SMK Perpajakan ini mengeluhkan batuk hingga sesak nafas. "Batuk sudah seminggu. Sesak juga. Kemaren sudah berobat ke posko di MTQ. Tapi belum berkurang," kata Nurhadisyah, Rabu (18/9/2019) saat mendatangi rumah singgah kabut asap di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Pekanbaru. 

Ia datang bersama rekannya. Keluhannya sama, batuk akibat terpapar kabut asap. Menurut Nurhadisyah, baru kali ini Ia merasakan dampak kabut asap. 

Loading...

"Semenjak asap pekat parah kali. Dulu asap juga, tapi gak terlalu," kata dia. 

Saat malam, Ia harus meninggikan bantal agar bisa tidur. Ia menyebut, sudah tiga kali meminta izin ke sekolah untuk tidak masuk. Paparan asap yang Ia rasakan sudah cukup mengganggu aktivitasnya. 

"Kalau tidur bantal harus ditinggikan, kalau tidak (ditinggikan) tidak bisa tidur," jelasnya. 

"Sudah tiga kali minta izin tidak masuk sekolah," tambahnya. 

Sejak ruang vip MPP dijadikan rumah singgah kabut asap, sudah puluhan pasien yang berobat. Keluhannya sama, mereka yang datang rata-rata batuk, pilek dan sesak nafas. 

"Senin itu ada 21 pasien, Selasa ada 26, hari ini ada lima pasien," kata dr Risfayati usai memeriksa pasien di ruang vip MPP. 

Dokter RS Ibnu Sinah ini menyebut, obat yang diberi ke pasien yang ditangani tergantung keluhan. "Batuk berdahak pilek dan sesak nafas. Kepala pusing juga. Pengobatan tergantung klinis, kita juga kasih obat alergi," jelasnya. 

Sementara itu, setiap hari ada belasan pasien datang berobat ke Puskesmas Pekanbaru Kota. Pasien yang datang ke Puskesmas yang kini dijadikan posko kabut asap mengeluhkan batuk dan pilek. 

"Setiap hari ada pasien 15, ada yang 14 pasien yang datang. Ada juga 18 pasien. Rata-rata belasan pasien," kata Kepala Puskesmas Pekanbaru Kota, dr Armieti. 

Pasien yang datang, kata dia, merupakan pasien yang terpapar kabut asap. "Itu khusus yang gangguan pernafasan, penyakit yang terdampak kabut asap. Tapi rata-rata yang datang keluhkan batik pilek," jelasnya. 

Puskesmas menangani pasien dengan memeriksa keluhan serta memberi obat sesuai keluhan yang dirasakan pasien. Puskesmas juga menyediakan tabung oksigen untuk pasien yang sesak nafas. 

"Kalau datang dengan batuk pilek bantu dengan obat. Kalau ada yg sesak kita bantu dengan oksigen. Saya rasa di Pekanbaru Kota belum separah di daerah pinggiran, Rumbai misalnya," kata dia. 

Di Puskesmas Pekanbaru Kota, rata-rata pasien yang berobat usia anak-anak. "Pasien usia. 1 tahun sampai 4 tahun. Tapi yang banyak itu usia 5 tahun sampai 15 tahun,"  kata dia. 




Baca Juga Topik #Karhutla+
Business

Udara di Kota Pekanbaru Berbahaya

Senin, 23 September 2019
Business

Kualitas Udara di Kota Pekanbaru Berbahaya

Ahad, 22 September 2019
Business

Kualitas Udara di Kota Pekanbaru Sangat Tidak Sehat

Jumat, 20 September 2019
Loading...
Tulis Komentar +
Berita Terkait+