Foto : ist

Tanpa Perlawanan, PKL Jalan Kopi Pekanbaru Akhirnya Digusur

Kamis, 03 Oktober 2019 - 21:32:26 WIB

Tirainews.com - Sempat menolak, akhirnya lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Kopi akhirnya dibongkar, Kamis (3/10/2019). Pembongkaran berjalan lancar tanpa perlawanan. 

Pantauan di lapangan, ratusan anggota Satpol PP Kota Pekanbaru bersiaga di lokasi. Penertiban juga dibantu unsur kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pasar. 

Tidak banyak lapak yang dibongkar. Sebab, sebagian PKL sudah membongkar sendiri lapak mereka. Bangunan semi permanen yang masih tersisa dibongkar menggunakan alat berat jenis bulldozer. 

Bangunan yang sudah runtuh, dibersihkan oleh petugas kebersihan Kota Pekanbaru. Beberapa Satpol PP juga ikut membersihkan reruntuhan kayu. 

Loading...

Dibersihkannya PKL diharapkan target operasional pasar Sukaramai yang pernah terbakar itu dapat tercapai. "Hari ini kita melakukan penertiban PKL disepanjang jalan kopi, penertiban ini (sukaramai) ini aset Pemko yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga, pasar ini punya pemerintah tetapi dikelola pihak ketiga," kata Asisten I Bidang Pemerintahan Setdako Pekanbaru, Azwan. 

Kata dia, pasca kebakaran, ada perjanjian yang perbarui antara Pemko dan Pengelola. Pihak pengelola berkewajiban melakukan revitalisasi, pembangunan prasarana yang lebih lengkap, dan itu melalui kajian yang mendalam. 

"Kemudian dari semua aspek, baik teknis, sosial budaya maupun regulasinya. Keseluruhan pembangunan infrastruktur ini sudah mencapai 83 persen menurut   laporan dari MPP (pengelola)," kata dia. 

Pasca ditertibkan itu, PT PT Makmur Papan Permata (MPP) selaku pengelola Pasar Sukaramai dapat mengerjakan kewajiban. "Karena Jalan Kopi ini masih banyak PKL, akan menyulitkan pembangunan, maka kita sosialisasikan kepada PKL, kita berikan peringatan pertama sampai ketiga," jelasnya. 

Setelah pembongkaran, pihak MPP langsung memagar dan mensosialisasikan drainase. Jalan Kopi ini juga digunakan untuk mobilisasi material pembangunan gedung Pasar Sukaramai.

"Bulan November, begitu sudah selesai semua fasilitas ini, semua Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di sepanjang Jalan His Cokroaminoto akan dibongkar dan mereka masuk ke dalam. Nah ini butuh pengertian dari semua pihak itu saya kira tahapannya," jelasnya. 

Kata dia, ditargetkan Desember sudah fungsional. Sehingga Januari, kegiatan Pasar Sukaramai Trade Center ini sudah selesai tahap pertama. "Kemudian nanti akan ada lagi tahap kedua, pengembangan-pengembangan selanjutnya," jelasnya. 

Ada 300 anggota Satpol PP Kota Pekanbaru ikut mengamankan pembongkaran itu. "Kita penertiban hari ini sekitar 300 personil ada," kata Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Agus Pramono. 

Kata Agus, penertiban dilakukan lantaran sudah tiga kali peringatan. Pembongkaran dilakukan karena lokasi itu akan dibangun pedestrian atau taman bagian dari pembangunan Pasar Sukaramai. 

"Kita penertiban ini sudah kita kasih peringatan 3 kali, kita berterimakasih yang sebesar-besarnya kepada pemilik warung dan lapak yang ada disini," kata dia. 

Lapak yang dibongkar tidak begitu banyak. Sebab, beberapa pedagang sudah membongkar sendiri lapak yang didirikan di atas trotoar persis di belakang Pasar Sukaramai. 

"Mereka secara sukarela dan memberikan dukungan sehingga proses ini menjadi lancar," jelasnya. 

Kepala cabang PT Makmur Papan Permata (MPP) selaku pengelola Pasar Sukaramai, Suryanto klaim pembangunan Pasar Sukaramai sudah 85 persen. 

"Sampai saat ini kurang lebih sudah 85 persen secara keseluruhan, maka kita targetkan Bulan Agustus itu sudah bisa dimanfaatkam untuk pedagang," kata Suryanto. 

Lanjutnya, terkiat ini pihaknya butuh dukungan dari pemerintah kota untuk mempercepat pembangunan. Soal lokasi yang dikosongkan, kata dia dimanfaatkan untuk akses pedagang, pejalan kaki, lalu lintas maupun taman. 

"Tapi taman itu kecil saja, jadi begitu gedung ini selesai, masyarakat bisa melihat bahwa bangunan gedung ini bukan hanya tembok masif tapi ada penghijauannya," kata dia. 

Lokasi pengosongan itu, untuk akses keluar masuk mal (Pasar Sukaramai. Untuk pengerjaan taman paling cepat dua bulan sudah selesai. 

"Kita juga dapat instruksi untuk melakukan pemagaran agar dapat bekerja lebih fokus dan cepat," kata dia. 

Kata dia, Bulan November dan Desember masyarakat sudah bisa memanfaatkan pasar yang lebih dikenal dengan Ramayana itu. 

"Kita targetkan akhir November atau Desember masyarakat Pekanbaru sudah bisa merasakan legalah terhadap lalu lintas di seputaran Sukaramai trade center. Kalau operasional kita targetkan Desember," kata dia. 




Baca Juga Topik #Pemko Pekanbaru+
Business

Pedagang di Pekanbaru Wajib Tera Ulang Timbangan

Ahad, 20 Oktober 2019
Business

Penjualan Tiket Bus TMP Rp49 Juta Perhari

Kamis, 17 Oktober 2019
Business

Siap-siap Pelaku Parkir Sembarangan Bakal Disanksi

Selasa, 15 Oktober 2019
Loading...
Tulis Komentar +
Berita Terkait+