Pencarian

DSF Duri Diduga Persulit Komsumen Pengambilan BPKB

Kamis, 25 Juni 2020 • 11:47:18 WIB
DSF Duri Diduga Persulit Komsumen Pengambilan BPKB

Tirainews.com - Dipo Star Finance (DSF) Duri diduga mempersulit konsumen yakni, Afriyadi (41) warga Kecamatan Pujud Kabupaten Rohil untuk mengambil BPKB di DSF Duri. Padahal, unit yang dikredit di DSF Duri tersebut sudah lunas.

Afriyadi yang didampingi oleh rekannya Sandro Silaban kepada wartawan mengatakan, unit yang dikredit jenis mobil Colt Diesel tipe Dump Truck bernomol Polisi BM 9740 PU tersebut, sudah lunas dan selesai kontraknya pada bulan September 2019 lalu.  

Namun BPKB tidak kunjung dikeluarkan oleh pihak DSF Duri dengan dalih masih tersangkut dengan tunggakan kredit unit lainnya. "Ini yang kita herankan, unit sudah lunas masa BPKB tidak dikeluarkan," ujar Sandro Silaban.

Sandro Silaban juga menjelaskan, saat pihaknya menemui pihak DSF Duri, beberapa waktu lalu, pihaknya merasa kesulitan dan bosan untuk menemui pihak menageman. Bahkan Sandro Silaban juga menuding pihak DSF Duri juga sudah mempersulit urusan dari lesse.

"Kita sudah lama menunggu info tentang pengambilan BPKB di DSF Duri, bahkan sampai  bosan. Nah, setelah kami bertemu, pihak menagemen DSF Duri malah mengatakan agar unit lain yang sudah menunggak, harus dikembalikan terlebih dahulu dan BPKB yang sudah lunas bisa diberikan," ujarnya.

"Keputusan yang dibuat oleh menager DSF Duri sudah jelas merugikan konsumen/lesse, masa kontrak yang sudah lunas ada kaitantannya dengan yang belum lunas," ujarnya.

Terkait hal tersebut, Menager DSF Duri yakni, Jasman dikomfirmasi wartawan terkait sulitnya pengambilan BPKB dari unit yang sudah lunas itu, enggan berkomentar dengan dalih masih sibuk.

"Maaf bang saya masih banyak kerjaan, sekali lagi tolong ya, saya masih sibuk," ujarnya singkat.

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Redaksi
Profil Penulis Redaksi

Editor: Parlin

Lihat Profil

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks