TIRAINEWS.COM — Empat pemain. Itulah sisa skuad Manchester City yang mengangkat trofi Liga Champions 2023 kala mengalahkan Inter Milan di Istanbul. Selebihnya, wajah baru semua.
Sejak Januari 2025, The Citizens bukan sekadar berbenah, tetapi membongkar skuad. Manajer anyar Enzo Maresca mendapat dukungan penuh dari direktur sepak bola Hugo Viana. Rekor transfer klub pun pecah dua kali dalam satu musim panas.
Rekor Beruntun: dari Fernandez hingga Bouaddi
City memecahkan rekor transfer bersama Inggris dengan menebus Enzo Fernandez dari Chelsea senilai £125 juta. Angka itu mengalahkan rekor sebelumnya yang juga mereka buat untuk Elliot Anderson dari Nottingham Forest, £116 juta. Belum berhenti, gelandang muda Maroko berusia 18 tahun, Ayyoub Bouaddi, ditebus dari Lille dengan mahar £86 juta.
Total pengeluaran City sejak pergantian tahun menembus £542 juta. Namun, klub tidak hanya pandai belanja. Dalam periode sama, mereka meraup £334 juta dari penjualan pemain: Savinho (£75 juta), Rodri (£65 juta), dan Reijnders (£52 juta). Net spend City tercatat £208 juta—angka yang bakal menyusut karena Tottenham punya kewajiban mempermanenkan Omar Marmoush seharga £60 juta musim depan.
Wajar atau Tidak? Ini Kata Klub
Sumber internal klub menyebut kebijakan yang dijalankan adalah one-out, one-in: setiap pemain yang pergi digantikan. Maresca nyaris menuntaskan teka-teki itu, kecuali untuk dua posisi yang ditinggalkan Nico Gonzalez dan Marmoush.
Kepergian kapten Bernardo Silva, Rodri, Tijjani Reijnders, dan Gonzalez membuat lini tengah City berubah total. Untuk menambal lubang itu, City mengandalkan Nico O'Reilly—yang selama ini bermain sebagai bek kiri—kembali ke posisi naturalnya di tengah. Adapun keyakinan membayar mahal Enzo Fernandez berdasar pada rekam jejaknya sebagai pemenang di level tertinggi. Anderson adalah target utama musim panas, sementara Bouaddi dinilai bakal tumbuh menjadi bintang dunia.
Pusingnya Maresca: Memilih Gelandang Bintang
City memulai musim dengan dua kemenangan beruntun. Skuad saat ini lebih kuat dibanding awal musim lalu, dengan dua pemain mapan di hampir setiap posisi. Konsekuensinya, Maresca menghadapi dilema seleksi di setiap pertandingan.
Ia kerap berganti formasi. Saat melawan Bournemouth, Marc Guehi berduet dengan Anderson di dasar lini tengah, sementara bek kanan Rico Lewis naik membantu membentuk kotak. Ketika menghadapi Crystal Palace, susunannya berubah menjadi formasi berlian dengan Rayan Cherki sebagai nomor 10 dan Josko Gvardiol melebar di sisi kiri.
Menempatkan Anderson sebagai jangkar memberi sinyal: pemain asal Inggris itu adalah pewaris takhta Rodri. Maresca berulang kali memuji Bouaddi, namun ia selalu menekankan faktor usia pemain.
Ya, Tapi Siapa Cadangan Haaland?
Pertanyaan kritis justru datang dari lini depan. Kepergian Marmoush—yang kini dipinjamkan ke Tottenham—menyisakan sedikit pilihan di belakang Erling Haaland. Belanja besar-besaran untuk lini tengah tak menjawab kebutuhan darurat jika mesin gol asal Norwegia itu cedera. Empat pemain bertahan era kejayaan 2023 yang tersisa mungkin bikin City percaya diri, tapi kedalaman skuad di posisi ujung tombak tetap titik lemah yang belum terselesaikan.