TIRAINEWS.COM — Penggunaan alat olahraga bergantian di gym berpotensi menularkan kuman, apalagi saat kompetisi dengan peserta berdesakan. Dokter olahraga dr Zaini Kadhafi Saragih, SpKO(K), mengingatkan pentingnya protokol kebersihan pribadi. Simak penjelasan lengkap dan cara melindungi diri.
Alat olahraga yang dipakai bergantian oleh banyak orang menjadi jalur favorit kuman berpindah tangan. Spesialis kedokteran olahraga dr Zaini Kadhafi Saragih, SpKO(K), menyebut risiko penularannya bisa sangat besar, tergantung seberapa bersih tempat gym itu dijaga.
Insiden di kompetisi Hyrox Beijing beberapa waktu lalu jadi gambaran ekstrem. Seorang atlet dilaporkan mengalami cepirit, tetapi tetap melanjutkan lomba sehingga peserta lain berisiko terpapar kotoran dan kuman yang dibawanya.
Mengapa Alat Gym Bergantian Berisiko Menularkan Kuman
dr Zaini membenarkan bahwa pemakaian alat secara bergantian memang membuka peluang penularan kuman. Menurut dia, besar-kecilnya risiko sangat dipengaruhi kondisi tempat dan situasi saat olahraga dilakukan.
"Itu sangat besar ya risikonya. Cuma memang, kembali lagi, setting tempat itu sangat berpengaruh," kata dr Zaini saat berbicara dengan detikcom, Selasa (13/10/2026).
Permukaan alat yang lembap oleh keringat menjadi tempat kuman bertahan lebih lama. Tangan yang menyentuh alat lalu menyentuh wajah, mulut, atau mata membuka jalan masuk infeksi.
Kompetisi Jadi Momen Paling Rawan
Saat bertanding, atlet cenderung lebih fokus pada target kemenangan dan mengabaikan kebersihan diri. dr Zaini menyoroti pola ini sebagai pemicu utama masalah.
"Banyak kejadian itu pada saat kejuaraan atau pada saat kompetisi, kita jadinya lebih cuek terhadap menjaga kesehatannya. Kenapa? Karena di pemikiran kita itu lebih fokusnya ke arah kita mau lomba ini, kita harus menang," ujarnya.
Jumlah orang yang berkumpul lebih banyak saat kompetisi memperbesar peluang kuman berpindah. Kondisi ini juga berlaku di gym biasa pada jam-jam ramai, misalnya setelah jam pulang kantor.
Membangun Protokol Kebersihan Pribadi
dr Zaini menekankan pentingnya membiasakan perilaku bersih, termasuk saat memakai fasilitas olahraga bersama orang lain. Kebiasaan ini perlu dirawat sampai menjadi standar pribadi, bukan sekadar ikut aturan gym.
"Kebiasaan tadi itu, menggunakan alat-alat yang menjaga higienitas kita itu harus dibiasakan, supaya itu jadi semacam protokol pribadi kita," tuturnya.
Beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan:
- Bersihkan alat sebelum dan sesudah dipakai dengan tisu antibakteri atau spray yang tersedia.
- Gunakan handuk pribadi sebagai alas saat bersentuhan dengan bench atau matras.
- Cuci tangan atau pakai hand sanitizer setelah menyentuh alat bersama.
- Hindari menyentuh wajah selama latihan, terutama mata, hidung, dan mulut.
- Segera mandi dan ganti pakaian setelah selesai berolahraga.
Kapan Perlu Berhenti dan Konsultasi ke Dokter
Kalau sedang diare, demam, atau flu, sebaiknya tunda dulu latihan di tempat umum. Berolahraga saat kondisi tubuh sedang tidak fit bukan hanya melemahkan diri sendiri, tetapi juga berisiko menularkan penyakit ke orang lain di sekitar.
Segera temui dokter jika muncul gejala yang tidak membaik, seperti diare berkepanjangan, demam tinggi, atau dehidrasi. Untuk keluhan ringan pun, konsultasi tetap membantu memastikan tubuh cukup pulih sebelum kembali ke gym.
Kebersihan di gym memang tanggung jawab bersama, tetapi perlindungan paling andal datang dari kebiasaan sendiri. Mulai dari hal kecil seperti menyeka alat dan mencuci tangan, risiko penularan kuman bisa ditekan tanpa mengorbankan rutinitas olahraga.