Logo Tirainews.com

Bupati Afni Rayakan Iduladha dan Berkurban di Dusun Terpencil di Siak, Senyum Warga Hapus Lelah Perjalanan

Bupati Afni Rayakan Iduladha dan Berkurban di Dusun Terpencil di Siak, Senyum Warga Hapus Lelah Perjalanan

Tirainews.com - Dusun Kampung Baru, Kampung Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau salah satu wilayah terpencil di Kabupaten Siak yang dikunjungi Bupati Afni Z untuk merayakan momen Iduladha 1446 Hijriah bersama warga.

Afni dan rombongan berangkat dari rumah dinas di Kota Siak menuju Tasik Betung sejak pukul 03.30 WIB, jelang subuh. Untuk sampai ke lokasi itu, butuh waktu hingga 3 jam perjalanan melewati jalur darat yang minim infrastruktur jalan.

Meski begitu, tak menyurutkan semangat dan niat Afni untuk berbagi kebahagiaan bersama masyarakat dalam momen hari raya kurban tahun ini.

"Kami lewat jalur darat yang kondisi jalannya luar biasa sampai ban kami bocor di tengah jalan, velg juga lepas, ya beginilah kondisi riilnya," ujar Afni menceritakan perjalanannya ke Tasik Betung, Jumat (6/6/2025).

Afni beserta rombongan tiba di lokasi tepat waktu masuk Salat Iduladha, di sana ia melaksanakan salat Id berjamaah di lapangan sekitar Masjid Nurul Haq, Kampung Tasik Betung.

Selesai salat, Afni menyerahkan seekor sapi kurban atas nama keluarganya untuk warga setempat.

"Ini sapi kurban pribadi dari saya dan keluarga dan memang ada beberapa titik yang kami bagikan sapi dan salah satunya di sini," ujarnya.

Afni merasa, lelahnya dalam perjalanan terbalas melihat senyum warga Tasik Betung yang mengaku baru pertama kali Bupati Siak merayakan Iduladha di kampung itu. Lokasi itu dipilih untuk memenuhi janji politiknya saat kampanye lalu.

"Kenapa saya pilih Kampung Tasik Betung, karena saya pernah berjanji jika kami menang maka Kampung Tasik Betung yang akan kami kunjungi pertama kali, ini pemenuhan janji politik kami," katanya.

Di sana, Afni melebur bersama ratusan warga yang merayakan Iduladha tahun ini. Saling bersalam-salaman dan bercengkerama bersama warga sekitar. Ia sekaligus menyampaikan program prioritas yang akan dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga ke ceruk-ceruk kampung termasuk Tasik Betung.

"Walaupun di sini tidak bisa dibangun jalan karena masuk kawasan perusahaan, tetapi sarana dan pelayanan dasar seperti kesehatan, air bersih, lampu jalan, pendidikan itu harus maksimal terpenuhi. Bagi kami itu adalah bentuk kompensasi terhadap warga Tasik Betung yang selama ini tidak merasakan infrastruktur jalan yang memadai, jadi harus ada keadilan," katanya.

Ia meminta kepada pemerintah kecamatan dan kampung untuk mendata apa saja sarana prasarana yang perlu ditingkatkan di sana, sebab Afni komitmen untuk melakukan pembangunan merata dan adil bagi masyarakat di Siak.

"Kami minta kepada Penghulu dan Camat kalau ada hal-hal kebutuhan dasar yang masih belum terpenuhi tolong laporkan dan usulkan kepada dinas terkait untuk mendapatkan prioritas, sehingga harus ada perubahan pada pelayanan mendasar di sini," katanya.

Afni menyadari dengan keterbatasan anggaran daerah saat ini, infrastruktur dasar yang dia janjikan belum dapat dilaksanakan secara keseluruhan, namun hal itu bisa "diakali" atau dibuat formula bagaimana anggaran dapat direalokasi untuk pembangunan yang menyentuh langsung terhadap hajat dan kebutuhan masyarakat.

"Dan mengingat keterbatasan anggaran daerah, makanya kami ingin program yang tidak menyentuh kepada rakyat kita coret saja lalu kita alihkan kepada pembangunan infrastruktur untuk dinikmati masyarakat di Kabupaten Siak secara merata," katanya.

Kehadiran Afni di Kampung Tasik Betung disambut hangat ratusan warga di sana. Bak kedatangan "dunsanak" jauh dari rantau, perayaan Iduladha 1446 H bagi warga Tasik Betung adalah momen paling istimewa dan bersejarah.

"Tak pernah ada bupati yang merayakan Iduladha di sini selain Bu Afni," kata Penghulu (Kepala Desa) Kampung Tasik Betung, Chairul Anas.

Kedatangan Afni juga membawa angin segar untuk perubahan di Tasik Betung, banyak program yang akan dilaksanakan untuk menunjang peningkatan sarana dan infrastruktur nantinya, apalagi Tasik Betung juga salah satu wilayah lumbung pangan di Kabupaten Siak.

"Semoga apa yang disampaikan beliau terealisasi, memang kami selama ini belum dapat perhatian secara khusus, ke depan kami juga ingin merasakan pemerataan pembangunan sampai ke kampung kami," tutupnya.