Pencarian

Kapal Tongkang Kandas di Sungai Kapuas, Wamen ESDM: Bukan Karena Produksi Batu Bara Dibatasi

Kamis, 03 September 2026 • 11:47:01 WIB
Kapal Tongkang Kandas di Sungai Kapuas, Wamen ESDM: Bukan Karena Produksi Batu Bara Dibatasi
Tongkang pengangkut kernel sawit kandas di dasar Sungai Kapuas yang mengering, Kalimantan Barat.

TIRAINEWS.COM — Kekeringan ekstrem yang melanda Kalimantan Barat selama empat bulan terakhir membuat alur Sungai Kapuas tidak mampu dilalui kapal bermuatan besar. Kondisi ini menegaskan bahwa infrastruktur logistik berbasis sungai di wilayah tersebut tengah menghadapi ujian berat akibat cuaca, di saat yang bersamaan sektor pertambangan dan perkebunan sedang menggenjot produksi.

Verifikasi Langsung ke Lokasi untuk Memastikan Penyebab Kandas

Yuliot menegaskan, dirinya telah melakukan pengecekan langsung ke titik lokasi kapal tersangkut untuk memastikan akar permasalahannya. Hasilnya, tongkang tersebut kesulitan bergerak karena permukaan air sungai yang dangkal, bukan lantaran volume pengiriman batu bara atau komoditas lain yang sengaja ditahan.

"Enggak, itu ya bukan karena dibatasi produksinya, karena air (sungai) untuk ngalirin tongkangnya enggak ada air," ujar Yuliot usai acara Indo EBTKE ConEx and Exhibition 2025 di JiExpo Kemayoran, Rabu (2/9).

"Itu ya saya cek itu kemarin di Kalimantan Barat. Ya justru, ya karena sungainya mengering, tongkangnya enggak bisa jalan," pungkasnya.

Fenomena Sungai Kering dan Dampaknya pada Arus Logistik

Insiden ini menyorot kerentanan jalur transportasi sungai di Kalimantan yang menjadi tulang punggung distribusi hasil tambang dan perkebunan. Ketika musim kemarau berkepanjangan melanda, kedalaman sungai menurun drastis dan memaksa perusahaan untuk memperlambat jadwal pengiriman atau menanggung biaya logistik yang lebih tinggi.

Kapal tongkang yang diketahui mengangkut kernel sawit dengan rute dari Sejiram menuju Tayan itu kini terdampar di dasar sungai. Menariknya, momen tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi warga setempat yang penasaran melihat langsung kapal besar yang "parkir" di tengah sungai yang mengering.

Fenomena surutnya sungai dan danau akibat suhu panas ekstrem tidak hanya terjadi di Kapuas. Beberapa wilayah perairan darat di Kalimantan juga dilaporkan mengalami penyusutan volume air secara signifikan dalam beberapa pekan terakhir, mengancam kelancaran distribusi kebutuhan pokok dan hasil industri di daerah pedalaman.

Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya strategi mitigasi risiko iklim bagi pelaku industri yang sangat bergantung pada kondisi alam, terutama dalam perencanaan rantai pasok dan manajemen persediaan di tengah musim kemarau yang diprediksi masih akan berlanjut.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks