Pencarian

KPR FLPP Tenor 40 Tahun Belum Jalan, BTN Tunggu Aturan BP Tapera

Sabtu, 05 September 2026 • 08:03:01 WIB
KPR FLPP Tenor 40 Tahun Belum Jalan, BTN Tunggu Aturan BP Tapera
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyatakan pihaknya menunggu peraturan pelaksanaan dari BP Tapera untuk merealisasikan KPR FLPP tenor 40 tahun.

TIRAINEWS.COM — Jakarta — Kabar baik soal cicilan rumah murah lewat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan tenor hingga 40 tahun belum bisa direalisasikan. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan pihaknya masih menunggu peraturan pelaksanaan dari BP Tapera sebelum skema kredit baru itu diterapkan kepada nasabah.

"Yang kita tunggu hari ini adalah peraturan pelaksanaan dari BP Tapera," kata Nixon di Jakarta, Jumat (4/9/2026), dikutip dari Antara.

Daya Beli Masyarakat Menjadi Target Utama

Skema tenor panjang ini dirancang untuk menekan jumlah angsuran bulanan. Dengan cicilan yang lebih rendah, BTN menilai kemampuan masyarakat untuk membeli rumah pertama akan meningkat. "Angsurannya menjadi turun. Akibatnya, daya beli masyarakat naik," jelas Nixon.

Nixon juga membantah anggapan bahwa tenor lebih panjang akan meningkatkan risiko kredit macet. Menurutnya, risiko justru lebih terkendali karena beban angsuran bulanan pemohon menjadi lebih kecil dibandingkan tenor standar.

Khusus Rumah Pertama, Bukan untuk Komersial

Perlu ditegaskan, program tenor 40 tahun ini hanya menyasar pembelian rumah pertama melalui skema FLPP. Masyarakat yang sudah memiliki rumah atas nama sendiri tidak berhak mengikuti program tersebut. Skema ini juga tidak berlaku untuk kredit rumah komersial.

"Ini buat program FLPP. Kalau rumah komersial kan kita sudah punya tenor 25 sampai 30 tahun," ujar Nixon.

Usulan dari BP Tapera dan Arahan Presiden

Wacana perpanjangan tenor ini pertama kali digulirkan oleh Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho. Pihaknya mengusulkan skema tunggal dengan tenor 40 tahun yang berlaku untuk rumah tapak maupun rumah susun. "Saat ini kita tawarkan single skema saja. Tenornya kita perpanjang sampai 40 tahun," katanya.

Kebijakan ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, sebelumnya menyatakan tenor 40 tahun diarahkan untuk membuat cicilan rumah subsidi lebih ringan dan memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat.

Realisasi Penyaluran FLPP oleh BTN hingga Juni 2026

Hingga akhir Juni 2026, BTN bersama anak usahanya, PT Bank Syariah Indonesia (BSN), telah menyalurkan pembiayaan FLPP untuk 67.518 unit rumah. Rinciannya, BTN menyalurkan pembiayaan kepada 44.388 masyarakat berpenghasilan rendah, sementara BSN melayani 23.130 penerima.

Bagi masyarakat yang menantikan cicilan lebih ringan, disarankan untuk terus memantau pengumuman resmi dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta BP Tapera. Informasi terbaru mengenai jadwal implementasi dan syarat teknis akan disampaikan setelah aturan pelaksana diterbitkan. Waspadai oknum yang menjanjikan bisa menguruskan KPR FLPP tenor 40 tahun dengan imbalan tertentu, karena skema ini belum resmi berjalan.

Sumber: voi.id

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks