Pencarian

Proyek Data Center Jatiluhur Dihentikan, Indef Peringatkan Risiko Iklim Investasi

Minggu, 04 Oktober 2026 • 12:42:01 WIB
Proyek Data Center Jatiluhur Dihentikan, Indef Peringatkan Risiko Iklim Investasi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikan proyek data center di Jatiluhur karena persoalan lingkungan dan perizinan.

TIRAINEWS.COM — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikan proyek data center di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, karena persoalan lingkungan dan perizinan. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai langkah itu berpotensi menjadi blunder yang merusak iklim investasi nasional. Keputusan tersebut memunculkan pertanyaan soal kepastian berusaha bagi investor yang tengah membidik sektor infrastruktur digital.

Alasan Gubernur Dedi Mulyadi Menghentikan Proyek

Dedi Mulyadi menegaskan penghentian proyek dilakukan karena masalah lingkungan dan perizinan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai proyek tersebut tidak memenuhi ketentuan yang berlaku sehingga tidak bisa dilanjutkan. Langkah ini diambil di tengah dorongan pemerintah pusat mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional.

Kawasan Jatiluhur sendiri dikenal sebagai lokasi strategis untuk pengembangan data center karena ketersediaan air dan lahan. Namun, aspek lingkungan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan penghentian tersebut.

Peringatan Indef soal Dampak ke Iklim Investasi

Ekonom Indef menyoroti risiko yang muncul dari penghentian proyek ini. Mereka menilai keputusan tersebut berpotensi menimbulkan persepsi negatif di kalangan investor, terutama yang sedang mempertimbangkan menanamkan modal di sektor infrastruktur digital. Ketidakpastian regulasi dan perizinan menjadi faktor yang paling dikhawatirkan.

Menurut Indef, penghentian proyek secara mendadak dapat memicu keraguan investor terhadap komitmen pemerintah dalam menjaga kepastian berusaha. Hal ini disebut bisa berdampak pada minat investasi di sektor data center dan teknologi secara lebih luas.

Mengapa Sektor Data Center Penting bagi Ekonomi Digital

Data center menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Kebutuhan akan pusat data terus meningkat seiring pertumbuhan layanan cloud, e-commerce, dan kecerdasan buatan. Beberapa perusahaan teknologi global dan domestik telah berinvestasi di sektor ini dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah sendiri mendorong pembangunan data center untuk mendukung kedaulatan data dan mengurangi ketergantungan pada infrastruktur di luar negeri. Karena itu, setiap gangguan pada proyek data center berpotensi memengaruhi target pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Apa yang Harus Dicermati Investor Selanjutnya

Investor yang memiliki eksposur pada sektor infrastruktur digital perlu mencermati perkembangan kasus ini. Kepastian hukum dan konsistensi kebijakan menjadi faktor kunci yang menentukan kelanjutan investasi di sektor tersebut.

Indef menekankan pentingnya komunikasi yang jelas antara pemerintah pusat dan daerah agar tidak menimbulkan kesan tumpang tindih kebijakan. Kejelasan aturan lingkungan dan perizinan disebut menjadi syarat utama untuk menjaga kepercayaan investor.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai kelanjutan proyek atau kemungkinan relokasi ke lokasi lain. Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum merinci langkah lanjutan setelah penghentian tersebut.

Sumber: ekonomi.bisnis.com

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks